Bisakah Spurs Bangkit Usai Tersingkir dari Liga Champions?

Tottenham mengalami patah hati setelah terusir dari Liga Champions saat berhadapan dengan Juventus.Sekarang tantangannya adalah memastikan hal itu tidak mempengaruhi pertandingan Liga Primer mereka.Pertanyaannya adalah, bisakah mereka bangkit kembali?Ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab.Bagaimanapun, rasa sakit hati itu cukup dalam apalagi dengan kekalahan tipis di akhir pertandingan.

Kekalahan yang Mampu Mematahkan Semangat

Selama lebih dari satu jam pertandingan melawan Juventus di Liga Champions, Tottenham awalnya memiliki kesempatan yang sangat bagus.Babak pertama mereka berkuasa hingga Heung-Min Son, sebelum turun minum, mampu mencatatkan gol.Bufon tidak bisa menangkis serangannya. Semua fans tuan rumah merasa bangga dan cukup percaya diri jika mereka bisa lolos ke babak perempat final.

Sayangnya, kondisi kemudian berubah.Pasukan Si Nyonya Tua bersemangat dan bermain lebih apik.Tidak butuh waktu lama, di menit ke 63’, Gonzalo Higuain berhasil menyamakan kedudukan.Tidak hanya itu, Paolo Dybala menggandakan keunggulan dengan gol yang diciptakan pada menit ke 67’.Tentu saja, ini adalah pukulan yang sangat menyakitkan.

Tapi, rasa sakit itu tidak hanya berhenti sampai di situ.Hampir saja sundulan Kane mampu menyamakan kedudukan sebelum pertandingan berakhir. Berharap sundulan Kane bisa masuk dan perpanjangan waktu akan diberikan. Sayang, sundulan masih meleset cukup tipis yang membuat penonton movie online merasa kesal juga.Hingga peluit panjang berbunyi, skor bertahan 1 – 2 untuk Juventus. Bagi Tottenham, ini adalah pukulan terberat dari kepemimpinan Pochettino.

Sekarang, perhatian akan beralih pada bagaimana cara mereka dapat pulih kembali setelah dikalahkan Juventus. Tottenham berada di urutan keempat di Liga Primer, namun gagal mengalahkan Bournemouth pada Super Sunday dan ada celah untuk pindah ke posisi kelima dimana saat ini Chelsea bersemayam.Selain itu, ada perempatfinal Piala FA dengan Swansea sebelum pertemuan Premier League melawan Chelsea di Stamford Bridge.

Mampu Bangkit Kembali

Semua itu adalah permainan penting bagi Tottenham.Sehingga mereka diharuskan untuk tetap fokus. Pasukan Pochettino telah menunjukkan kekuatan mereka di panggung Liga Champions dengan penampilan mereka melawan Real Madrid, Borussia Dortmund dan Juventus musim ini. Hanya saja, kemajuan dan peningkatan mereka harus terhenti untuk Liga Champions selanjutnya di musim depan.

Sebelumnya, Spurs juga alami kekecewaan yang cukup berat usai mereka ditaklukan 4 – 1 Manchester City pada bulan Desember.Spurs alami kekalahan pada hari itu di Stadion Etihad namun kekecewaannya tidak bertahan lama.Sebaliknya, Spurs kemudian kembali beraksi dengan tekad yang lebih besar lagi.Di pertandingan selanjutnya saat itu, mereka meningkatkan semangat dengan mencetak tiga gol melewati Burnley.Tiga hari setelah itu, mereka juga mengalahkan Southampton di Wembley.

Kekalahan dari Manchester City bukanlah yang pertama.Kemenangan 3-1 atas Madrid – yang bisa dibilang merupakan penampilan terbaik selama masa jabatan Pochettino hingga hari ini – mereka raih usai sebelumnya mereka ditaklukan 1-0 oleh Manchester United di Old Trafford.Kemenangan 2-1 mereka atas Dortmund di Westfalenstadion datang langsung setelah mereka kalah dari Arsenal di derby London Utara.

Kekuatan pemulihan Tottenham juga terbukti pada musim lalu. Setelah rasa sakit kehilangan gelar yang direbut oleh Leicester dan trauma dari kekalahan 5-1 dari Newcastle pada hari terakhir di musim 2015/16, anak buah Pochettino kembali menguat – mencapai puncak tertinggi mereka di era Premier League selanjutnya dengan poin total yang sudah cukup untuk memenangkannya di tahun-tahun sebelumnya. Jadi, bisa disimpulkan jika mereka akan bangkit kembali.

McTominay Tolak Gabung Timnas Inggris

kabar datang dari Gelandang Muda Manchester United yakni Scott McTominay yang sudah ketok palu menolak bermain untuk Tim Nasional Inggris dan lebih memilih untuk mengenakan seraga, Timnas Skotalandia. Yang mendasari keputusan pemain muda bertalenta ini adalah karena ayahnya yang lahir di Glosgow, Skotlandia.

Gelagat Ingin Timnas Skotlandia Sudah dari Tahun Lalu

McTominay sendiri baru berusia 21 tahun dan sudah menjadi salah satu pemain Togel hk muda yang bersinar sekali namanya saat berkiprah dengan Setan Merah pada musim ini. kualitasnya tersebut yang membuat pemain kelahiran Lancester, Inggris, itu diperebutkan Timnas Skotlandia dan Timnas Inggris.

Alex Macleish, Pelatih Timnas Skotlandia, bertemu dengan McTominay di kompleks latihan MU yang bertempat di Carrington, tepatnya hari Kamis (1/3). Sementara itu, Gareth Southgate, sang pelatih Timnas Inggris mengunjungi McTominay pada hari Jumatnya (2/3), namun sayangnya pertemuan tidak terjadi.

Kemungkinan besar di mana McTominay akan memilih Timnas Skotlandia ini pasalnya sudah terlihat sejak pertengahan bulan Februari lalu. Jose Mourinho, sang menejer Manchester United sempat menilai bahwa The Three Lions bakal mengabaikan pemainnya sehingga Timnas Skotlandia lah yang berpeluang lebih besar untuk bisa menggaetnya.

Selain itu juga, McTominay juga sempat mendatangi pemusatan latihan Timnas Skotlandia setelah musim 2017 usai. “Saya mungkin lebih ke Skotlandia dibandingkan dengan menjadi orang Inggris, ya,” ucapnya dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip dari situs resmi milik Manchester United pada bulan April 2017 lalu.

Peran Keluarga yang Besar

McTominay yang mana sudah 15 kali bermain di musim ini juga sempat mengatakan pada Direktur Performa Asosiasi Sepak Bola Skotlandia, Malky Mackay, bahwasanya ia ingin sekali fokus dengan The Red Devils sebelum dirinya akhirnya tampil dengan timnas.

Mourinho pun adalah penggemar berat gelandang bertahan tersbeut dan memuji peran keluarga pemain muda tersebut. menurutnya, McTominay sekarang ini berada di tengah-tengah orang yang sangat tepat. “Saya tidak pernah bertemu mereka namun saya harus percaya anak itu dengan sikapnya pada yang lainnya dan pada sepak bola itu,” ujar Mourinho saat ditanyai tentang ini.

“Saya percaya benar bahwa orang tuanya pasti yang benar-benar sangat baik memberikannya nilai yang benar,” tukasnya. Keputusan gelandang muda untuk memilih Timnas Skotlandia ini diambil setelah dirinya berbicara dengan McLeish.

McTominay lahir di Lancester, Inggris pada tanggal 8 Desember 1998. Ia juga dikabarkan memiliki darah Skotlandia dari sang ayah dan darah Inggris dari ibunya. McTominay sendiri belum juga bermain untuk kedua negara pada tingkat manapun. Akan tetapi dirinya pernah mengikuti latihan bersama skuat muda dari Timnas Skotlandia.

Dan sebelum dirinya mengiyakan tawaran dari McLeish, dirinya berkonsultasi dengan menejernya di Manchester United, Jose Mourinho. Tak heran jika Mourinho menilai keputusannya tersebut dilandasi dasar keluarganya yang kuat. “Saya sudah memberinya nasihat namun menurut saya, ya, nasihat orang tuanya lebih penting ketimbang nasihat dari saya,” katanya.

“Hatinya sendiri yang lebih penting dari saran saya karena saya memberikan nasihat murni dari sudut padang karir. Yang lebih penting dari karirnya tentu saja adalah perasaannya, perasaan keluarganya dan juga situasi keseluruhan dengan dia,” imbuhnya lagi.

Di musim ini McTominay pasalnya telah menunjukkan kemajuan yang lumayan fantastis sejak dirinya bergabung dengan skuat utama Manchester United di bawah asuhan Mourinho. Dan yang paling baru, ia dipercaya sebagai starter ketika MU melawan Chelsea pada tanggal 2 Februari lalu.