Mesra di Rapimnas, Demokrat Merapat ke Jokowi Saat Pilpres 2019?

Suhu politik di Indonesia memang semakin panas di 2018. Padahal Pemilu dan Pemilihan Presiden (Pilpres) baru akan dilangsungkan pada 2019 mendatang. Semakin dekatnya waktu pengumuman Calon Presiden (Capres), partai-partai politik besar mulai melakukan pergerakan. Salah satu yang menyita perhatian masyarakat adalah kemungkinan jika Demokrat merapat ke koalisi PDI-Perjuangan (PDIP) yang pasti mengusung Jokowi sebagai Presiden periode kedua.

 

Jika memang rumor Togel singapore ini benar, maka akan menjadi akhir dari ‘perseteruan’ kedua partai besar ini. Sejak sang pendiri Demokrat yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi Presiden, PDIP selalu jadi partai oposisi. Begitu pula saat Jokowi jadi Presiden, Demokrat memilih jadi pengkritik pemerintah. Namun dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai Demokrat di SICC, Bogor, Jawa Barat hari Sabtu (10/3) lalu, Jokowi yang hadir sebagai undangan tampak mesra dengan petinggi Demokrat.

 

“Saya ingin ajak keluarga besar partai Demokrat bersama-sama kami menjalankan agenda demokrasi untuk kesejahteraan Indonesia. Hal ini merupakan agenda penting dalam pembangunan politik kita di mana semuanya harus menjunjung tinggi etika dan adab. Berbeda pendapat itu biasa, tapi harus saling junjung tinggi adab ketimuran dan sopan santun. Saya heran kalau karena saya yang tidak gagah ini disebut pemimpin otoriter. Padahal penampilan saya tidak sangar, ke mana-mana saya senyum. Makanya saya berani bilang, saya bukan pemimpin otoriter, saya ini seorang demokrat,” ungkap Jokowi saat membuka Rapimnas Partai Demokrat.

 

Seolah memberikan kode koalisi, SBY yang bergantian pidato juga menyebutkan, “Jika Allah menakdirkan, senang Demokrat bisa berjuang bersama bapak. Perjuangan bersama, apapun namanya koalisi atau aliansi bisa berhasil selama kerangka kebersamaan tetap dijaga. Koalisi adalah masalah hati. Kita bersama-sama bersedia untuk berkoalisi dengan satu sama lain. Partai Demokrat siap untuk membangun koalisi seperti itu.”

 

SBY Jadi Kunci Poros Ketiga Pilpres 2019

 

Sebelum kemesraan Demokrat dan Jokowi terlihat jelas di Rapimnas, banyak pihak yang justru menilai jika Demokrat akan menjadi generator poros ketiga di Pilpres 2019. Sejauh ini masyarakat memang mendapatkan gambaran Capres dari PDIP yang pasti mengusung Jokowi lagi dan Prabowo Subianto yang kembali lagi dimajukan oleh Gerindra. Demokrat saat itu disebut-sebut bakal memberikan Capres alternatif dengan memasang sang Putra Mahkota, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

 

Bahkan beberapa waktu sebelumnya, PAN dan PKB diajak Demokrat untuk bertemu dan diduga kuat membahas peluang poros ketiga. Sementara itu, Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Syamsuddin Haris berpendapat kalau Demokrat memang punya peran menentukan munculnya poros ketiga yang kuncinya ada pada SBY.

 

Hanya saja peluang poros ketiga juga besar kemungkinan gagal karena ada ambang batas pencalonan Presiden sesuai UU Pemilu yakni minimal 20 persen total suara nasional atau kursi DPR RI. Sejauh ini Demokrat hanya punya kursi 10 persen di DPR RI yang membuatya harus berkoalisi dengan partai lain, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Gerindra Bakal Sendirian Jika Poros Ketiga Muncul?

 

Dua nama yang muncul sebagai pendamping AHY jika memang disodorkan Demokrat sebagai poros ketiga adalah Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Zianul Majdi atau pengusaha media, Chairul Tanjung. Jika memang Demokrat berhasil merangkul PAN dan PKB, besar kemungkinan Gerindra bakal sendirian karena PKS memang masih belum bisa memastikan mau berlabuh ke kubu mana. Jika elektabilitas Prabowo tidak kunjung naik, bukan tak mungkin PKS akan merapat ke poros ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *